Selasa, Desember 12, 2017
Home > OASE > Tanah Airku Indonesia

Tanah Airku Indonesia

Portalcilacap.com-Ketika pertama kalinya mendarat di al Fasyir Darfur Utara Sudan pada tanggal 27 Desember 2015 dalam rangka misi perdamaian di bawah bendera PBB, satu hal yang diingat adalah Indonesia, tanah air dan tumpah darah dimana kami dilahirkan, teringat senyum anak dan istri, keluarga dan handai taulan yang melepas keberangkatan ke daerah misi dengan penuh harapan. Pada saat kerinduan akan kampung halaman, teringat sebuah artikel yang menuliskan sebuah riwayat tentang kecintaan Nabi Muhaamad SAW terhadap tanah airnya dan kesedihannya ketika meninggalkannya:

عن إبن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم  لما أخرج من مكة : إني لأخرج منك وإني لأعلم أنك أحب بلاد الله إليه  وأكرمه على الله ولولا أن أهلك أخرجوني منك ما خرجت منك  ( مسند الحارث – زوائد الهيثمي – ج 1 ص 450 )

Artinya : “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa saat Nabi SAW diusir dari Mekkah beliau berkata : sungguh aku diusir darimu (mekkah) dan sunggguh aku tahu bahwa engkau adalah Negara yang paling dicintai dan dimuliakan Allah, andai pendudukmu (kafir quraisy) tidak mengusirku darimu, maka aku tidak akan meninggalkanmu (makkah)” ( Musnad al-Harits al-Haitsami 1/460 )

Sebuah ekpresi kecintaan dan kesedihan yang mendalam ketika beliau meninggalkan tanah kelahirannya bahkan beliau menyatakan tidak akan meninggalkan Mekkah seandainya penduduk Mekkah (kafir quraisy) pada waktu itu tidak mengusirnya. Disamping Mekkah, Madinah juga merupakan tanah air Rasulullah SAW, di kota inilah  beliau menetap, mengembangkan dakwah islam setelah terusir oleh kaumnya sendiri dari Mekkah. Di Madinah islam semakin maju dan berkembang, beliau berhasil membentuk sebuah komunitas madinah yang ditandai dengan lahirnya watsiqah madinah atau yang lebih terkenal disebut sebagai piagam madinah.  Ekspresi Rasulallah SAW terhadap tanah airnya Madinah terekam dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori,

عن أنس أن النبي صلى الله عليه وسلم إذا قدم من سفر فنظر إلى جدران المدينة أوضع راحلته وإن كان على دابة حركها من حبها ( رواه البخاري )

Artinya : “ Dari Anas RA bahwa Nabi SAW apabila kembali dari bepergian, beliau melihat dinding kota Madinah, maka lantas mempercepat ontanya. Jika di atas kendaraan lain maka beliau menggerak-gerakannya karena kecintaannya kepada Madinah” (H.R. Bukhori)

Tanah air bukan hanya tempat kelahiran saja tetapi juga termasuk di dalamnya adalah tempat di mana kita tinggal dan menetap. Hal ini terlihat dari ekspresi kecintaan Rasulallah SAW kepada kota kelahirannya Mekkah dan kota di mana beliau menetap yaitu Madinah. pada dasarnya setiap manusia mempunyai kecintaan kepada tanah airnya sehingga ia merasa nyaman menetap di dalamnya, selalu merindukan ketika jauh darinya, mempertahankannya ketika diserang, diadu domba, dihancurkan oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab dan akan marah apabila tanah airnya dihina atau dicela oleh orang atau bangsa lain. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cinta tanah air merupakan tabiat dasar manusia dan sesuai dengan apa yang diekspresikan dan dicontohkan oleh Rasulallah SAW, mencintai tanah air kita Indonesia berarti mengikuti sunnah Rasulallah SAW sebagaimana kecintaannya kepada Mekkah dan Madinah sebagai tanah airnya sesuai keterangan dua hadits tersebut di atas, Allah SWT berfirman :

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـَذَا بَلَداً آمِناً وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلاً ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ -١٢٦-

Artinya : Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhan-ku, jadikanlah (negeri Mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,” Dia (Allah) Berfirman, “Dan kepada orang yang kafir akan Aku Beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku Paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (Q.S Al Baqarah 126)

Semoga Allah SWT menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia Negara yang aman, adil, makmur dan sentausa, saling menghargai dan menghormati dalam segala bentuk perbedaan suku, ras dan agama dan tercipta kerukunan antar dan inter umat beragama, BHINEKA TUNGGAL IKA berbeda-beda tapi tetap satu, INDONESIA. (Brigadir Miftahudin,S.Pd.I,S.H)

 

(Visited 29 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *