Selasa, Desember 12, 2017
Home > OPINI > Pawon Oh Pawon

Pawon Oh Pawon

Portalcilacap.com – Jauh sebelum pemerintah mencanangkan konversi kompor minyak ke kompor gas. Di daerah Cilacap dan sekitarnya, pawon adalah ‘teman setia’ ibu – ibu rumah tangga. Pawon? Bukan Tawon apalagi Rawon.

Pawon adalah media seperti kompor yang digunakan untuk memasak. Pawon terbuat dari tanah dan dibentuk sedemikian rupa menyerupai kompor jaman sekarang. Namun dibawah tungku terdapat ruang pembakaran, serta di bagian depan terdapat juga mulut pawon untuk memasukan bahan bakar yaitu kayu bakar.

Cukup menyenangkan kalau kita memasak menggunakan pawon. Kita akan berlatih bagaimana cara menghidupkan api, dan kita juga dilatih bagaimana cara agar api yang sudah hidup tersebut bisa menyala dengan stabil, jika tidak mempunyai skil, bisa – bisa asapnya mengebul bak fooging nyamuk.

fb_img_1473753660440-01

Selain skil yang mumpuni, peran ‘klari’ juga sangat mempengaruhi kinerja pawon. Bagi yang belum tahu yang namanya ‘klari’. Klari adalah bagian penting untuk menyalakan pawon selain kayu bakar. Klari adalah daun pohon kelapa yang sudah kering dan mudah untuk di bakar. Biasanya klari digunakan untuk membakar kayu sehingga menjadi bara.

Namun bagi sebagian orang, keberadaan pawon tidak bisa digantikan dengan kompor LPG. Menurut mereka, masakan yang dihasilkan dengan menggunakan pawon lebih terasa sedap dan enak. Entah benar atau salah, tetapi banyak orang sependapat dengan pernyataan itu.

Salah satunya Apriyanto, ia mengaku didapurnya selain terdapat kompor LPG juga masih terdapat pawon. Menurutnya selain irit, karena tidak menggunakan LPG diakui kalau hasil masakannya memang lebih sedap.

“Kalau ibuku, pawon itu digunakan untuk memasak ‘kluban’. Kluban itu bahan dasar untuk membuat pecel. Ibuku dagang pecel soalnya, kalo menggunakan kompor LPG selain boros, rasanya juga berbeda. Kalau menggunakan pawon, berasa lebih enak.”

Menurutnya, dengan menggunakan pawon anggaran dana rumah tangga bisa ditekan, lantaran dana untuk membeli gas LPG bisa di gunakan untuk hal lain.

“Kalau pake pawon, kayu bakarnya bisa nyari di belakang rumah. Banyak, masih melimpah. ‘Repek’ istilahnya. Hehe..”

Saat ditanya soal ‘repek’. Apriyanto menjelaskan, repek adalah istilah ngapak yang berarti pekerjaan mencari kayu bakar untuk bahan bakar pawon. Terdengar lucu memang, namun itulah adanya.

Di jaman yang modern seperti sekarang, pawon memang sudah jarang di pergunakan lagi. Pamor pawon sudah kalah dengan kompor modern berbahan bakar LPG, Pawon sudah menjadi barang klasik namun tugas serta fungsinya tidak kalah dengan kompor modern, bahkan banyak yang mengakui jika makanan yang di masak menggunakan pawon itu memiliki cita rasa tersendiri, lebih sedap dan nikmat.

Mengingat harga LPG yang terus melambung, bukan tidak mungkin peran pawon akan kembali menjadi idola ibu – ibu rumah tangga, bahkan jika ada yang kreatif, pawon bisa saja di kolaborasikan dengan teknologi modern, tidak ada yang tidak mungkin. Jika ada kemauan pasti bisa memberdayakan pawon lebih dari fungsinya sekarang.(rs|CSN)

(Visited 61 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *