Selasa, Desember 12, 2017
Home > Berita Internasional > Pangkas Rambut Pakai Api? Kok Bisa ?

Pangkas Rambut Pakai Api? Kok Bisa ?

Portalcilacap.com-Memangkas rambut dengan menggunakan gunting telah menjadi hal yang lumrah disetiap babershop atau tukang pangkas rambut. Namun, tak sedikit babershop yang mencoba memberikan pelayanan dengan teknik pemangkasan rambut yang unik, salah satunya dengan menggunakan api.

Palestina, khususnya Gaza, wilayah konflik yang tidak berkesudahan itu menjadikan Palestina rawan akan krisis. Krisis listrik menjadi salah satu yang menghambat masyarakat Gaza untuk menjalankan usaha mereka, salah satunya usaha pangkas rambut atau babershop.

Adalah Amru, pria 26 tahun yang berasal Bait Lahiyah Gaza Utara ini, harus berpikir kreatif. Ditengah krisis listrik yang melanda wilayahnya, Amru berinovasi untuk memajukan usaha babershopnya, jika sebelumnya ia bekerja menggunakan gunting untuk memangkas rambut. Sebab krisis listrik yang melanda wilayah Gaza. Amrupun beralih menggunakan nyala api untuk memangkas rambut para pelanggaannya.

Awalnya, ini dianggap aneh dan beresiko. Tetapi, dengan keahlian yang ia miliki, usaha babershop dengan teknik pangkas rambut menggunakan nyala api, justru makin ramai dikunjungi.

Meski terbilang unik, usaha babershop yang dijalankan Amru tidaklah selalu berjalan mulus. Amru dan setiap orang di Gaza harus berpikir keras bagaimana tetap bertahan hidup ditengah kurangnya pasokan listrik di wilayah ini. Ia harus tetap melakukan penghematan biaya, khususnya bahan bakar untuk mengoprasikan genset di babershop nya. Genset menjadi alternatif sumber listrik tatkala krisis listrik yang teramat parah melanda Gaza.

Meski kehidupan di Gaza sulit, Amru tetap berharap agar para pemuda Gaza bisa memiliki pekerjaan dan memperoleh pemasukan untuk melangsungkan hidup mereka.

Dengan luas 367 Km persegi, Gaza dihuni oleh 2 juta jiwa, dimana 60% dari mereka hidup di bawah garis kemiskinan. Ratusan ribu pemuda Palestina, khususnya Gaza menjadi pengangguran. Blokade berkepanjangn dan pendudukan Israel yang tak kunjung henti atas wilayah ini, menjadi penyebab utama tidak tersedianya lapangan pekerjaan.(RS/Abdillah/SPNA)

(Visited 19 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *