Rabu, Oktober 24, 2018
Home > BERITA > Pabrik Jamu Ilegal Digrebek Polres Cilacap

Pabrik Jamu Ilegal Digrebek Polres Cilacap

Cilacap – Pabrik jamu beromset ratusan juta digrebeg Petugas Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Cilacap, Jawa Tengah. Pabrik milik AS (40 tahun), warga Desa Kedawung, Kecamatan Kroya, Cilacap rupanya tidak mempunyai izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), alias ilegal.

Dalam penggerebekan, sedikitnya enam orang pekerja yang terlibat dalam praktik pembuatan jamu ilegal diamankan petugas untuk diperiksa, serta menetapkan AS sebagai tersangka. Selain itu, petugas juga menyita barang bukti berupa ribuan plastik pembungkus jamu, 12 karung tepung kunyit, jutaan kapsul kosong, satu kilogram paracetamol, dua karung kopi mentah, dua kilogram obat perangsang, ribuan kapsul siap kemas, 60 dus jamu siap edar, alat timbang, dan tiga unit alat pengemas jamu.

Kepala Polres Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Julianto saat press rilis kasus jamu palsu, Rabu (17/1) mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya praktik jual beli jamu dan obat-obatan tanpa izin edar atau izin BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) di wilayah Kroya.

“AS mengaku berbagai merek jamu yang dia produksi menggunakan bahan yang sama berupa campuran tepung kunyit dan paracetamol yang selanjutnya dimasukkan ke dalam kapsul kosong. Jamu yang diproduksi AS didistribusikan ke hampir seluruh wilayah Jawa dan omzetnya mencapai kisaran Rp 200 juta hingga Rp 300 juta per bulan,” kata Kapolres.

Terkait kasus tersebut, AS dijerat Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *