Kamis, Desember 14, 2017
Home > Sastra > Lelaki Yang Menantang Matahari

Lelaki Yang Menantang Matahari

Sebab Tuhan tela memutus urat gengsi
Ketika ia meminang bidadari
Sebab Tuhan telah melepas urat lelah
Ketika lahir bocah-bocah

Saban waktu terguyur matahari
Membakar diri
Wajahnya habis dilalap api
Tulangnya remuk dihantam mimpi

Lelaki itu tak pernah takut jatuh
Jika dengan itu ia bisa menerbitkan senyum Sang Bidadari
Lelaki itu tak sedikit pun takluk pada luka
Jika dengan itu ia bisa mencipta tawa bocah-bocah

Jika sesekali ia menyeka
Aliran peluh dengan sedikit serapah
Itu tak lantas membuatnya hina
Karena lelaki itu bukan dewa
Ia manusia

Ketika senja di ambang, lelaki itu pulang
Membawa cinta yang mengenyangkan
Bocah-bocah menyambutnya dengan celotehan
Dan Sang Bidadari dengan pelukan
Ia lelap dalam harapan

Esok
Ia akan kembali
Menantang matahari

*****
Sampang, 27 September 2017 – Bunda Erin Cipta

 

(Visited 28 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *