Senin, Januari 22, 2018
Home > Berita Cilacap > KKN, Mahasiswa Staima Banjar dan UNU Cirebon Gelar Pengajian dan Sunatan Massal

KKN, Mahasiswa Staima Banjar dan UNU Cirebon Gelar Pengajian dan Sunatan Massal

Portalcilacap.com-Andrea Agasi nampak seperti ketakutan. Sebab, ia belum sepenuhnya setuju dengan ide keikutsertaannya diacara sunatan massal yang digelar para mahasiswa STAIMA Banjar Jawa Barat serta UNU Cirebon itu.

Agasi kecil nampak ogah-ogahan saat menunggu gilirannya untuk “dipotong” diruang  Pos Kesehatan Desa (PKD), Desa Margasari, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Sabtu 11 Maret 2017.

Agasi, adalah satu dari tujuh peserta sunatan massal. Meski terdapat teman lain, Agasi tetap masih nervous.

“Gugup pasti, wajar ko, apalagi anak-anak mau disunat,” kata Iwan “dukun” sunat massal kali ini.

Namun, dengan segala daya upayanya, Iwan meyakinkan peserta sunatan massal agar tetap santai dan tenang. Iwan, dokter sunnat di klinik Enggal Waras Sidareja juga berusaha menenangkan anak-anak peserta, jika sunat kali ini tidak akan sakit.

Para peserta sunatan masal menunggu giliran

Berbeda dengan Abil Qosim. Abil yang pada bulan Juli mendatang tepat berusia sebelas tahun itu, tidak gentar dengan gunting dan peralatan sunat atau khitan lainnya. Terbukti, ia baru saja mendapat tawaran itu, pagi-pagi buta sesaat setelah bangun tidur. Dan hebatnya, tanpa pikir panjang Abil langsung bersedia disunat, “Baru tadi pagi ditawari langsung mau,” kata Asih Mudzrikah, kakak perempuan Abil kepada portalcilacap.com.

Padahal, kata Asih, sebelumnya ia selalu kena marah Abil, jika ia membahas tentang sunatan. Bahkan, kerap kali cubitan Abil mendarat dilengannya, lagi-lagi jika Asih mempertanyakan kepada adiknya kapan mau disunat.

Moment sunatan massal yang digelar mahasiswa KKN Staima Banjar dan UNU Cirebon itu memang dalam rangka pengabdian mahasiswa kepada masyarakat Desa Margasari, tempat mereka KKN.

Kuliah Kerja Nyata (KKN), adalah sebagai langkah awal untuk mahasiswa dan mahasiswi berkomunikasi dan berhadapan langsung dengan kehidupan khalayak.

Setiap mahasiswa dan mahasiswi menjelang penyusunan tugas akhir (skripsi), dituntut untuk kuliah kerja nyata (KKN). Hal itu sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut diarahkan untuk membiasakan mahasiswa beradaptasi dan dan bergaul dengan lingkungan masyrakat, karena selepas mahasiswa lulus nantinya, dipastikan akan bertemu dan berhadapan langsung ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

Latar belakang itulah, yang selanjutnya mendorong mahasiswa Staima Banjar dan UNU Cirebon untuk menyelenggarakan sunatan massal kepada anak-anak Desa Margasari tempat mereka KKN.

Langkah awal mengabdi kepada masyarakat, sunatan massal dinilai sangat cocok dan relevan. Asep Hendra, pembimbing lapangan Kuliah Kerja Nyata kali ini mengatakan, sebelumnya ia mengusulkan beberapa opsi kepada mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) peserta KKN. Selain mengisi pengajian disetiap Musola dan Masjid Desa tersebut, ia sempat usul untuk diadakanya program unggulan dalam kegiatan KKN.

“Tadinya ada nikah massal sama sunatan massal, tapi ternyata rekan-rekan mahasiswa lebih condong ke sunatan massal,” katanya Asep Hendra.

Beliau juga mengatakan, program sunat massal ini sekaligus menjadi acara pungkasan dan perpisahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Staima Banjar dan UNU Cirebon dengan masyarakat Desa Margasari. Selain sunatan massal, dalam acara tersebut juga diadakan pengajian bagi masyarakat Desa Margasari. Bertempat di balai desa Margasari, nampak puluhan ibu-ibu dan bapak-bapak dengan serius sesekali tersenyum mendengarkan tablig KH. Hasan Mas’ud pengasuh Ponpes Rubat Mbalong Tambaksari, yang kali ini menjadi pengisi pengajian tersebut.

Mahasiswa-mahasiswi Staima Banjar dan UNU Cirebon

Program unggulan yakni sunatan massal dan pengajian, sangat diterima masyarakat Desa Margasari. Samingun selaku Kades Margasari sangat berterima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa, “Ini pertama kali ada sunatan massal di Desa kami, kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa,” kata Samingun saat ditemui portalcilacap.com.

Sedangkan Rifati Nurul, salah satu mahasiswi Staima Banjar mengaku sangat lega. Ia berharap, jerih payahnya bersama rekan mahasiswa lain dapat bermanfaat bagi warga setempat, dan menjadikan pembelajaran untuk mengabdi lebih banyak nantinya setelah lulus perguruan tinggi dan berbaur langsung dengan mereka (masyarakat).

Andrea Agasi, yang sedari tadi gugup gelisah galau serta merana, akhirnya selesai disunat. Ia yang sebelumnya ogah-ogahan, namun akhirnya pasrah dan rela dengan senang hati, terlihat, sesaat keluar dari ruang PKD Desa Margasari dengan senyum meringis, tampak lain dari sebelumnya, ia bersama tujuh peserta sunatan massal termasuk Abil terlihat lebih gagah dengan balutan kain sarung yang sepertinya bonus atas keberanian ikut sunat massal.(RS001-CSN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *