Senin, Januari 22, 2018
Home > OPINI > Kisah Sekrup dan Baut Industri Pemberitaan

Kisah Sekrup dan Baut Industri Pemberitaan

Wartawan, kontributor, koresponden serta stringer. Bagi sebagian orang memang masih dianggap sebelah mata, separuh hati, seperempat jantung. Aduhaaaii.. Syahdu… Haha

Kali ini bukan acara dangdutan. Jadi jangan gerak-gerak tuh jari, ngapain woi..!!?

Terima kasih buat redaktur portalcilacap.com yang “meloloskan” tulisan ini. Bukan berita, bukan kisah inspirasi menurut saya. lebih tepat, boleh disebut, tidak dilarang kalo dibilang curahan hati. Ini menurut saya lhoo.. Ngga tau kalo yang lain hehe..

Perkenalkan nama Rachman. Jomblo, anak laki satu-satunya. Lagi mencari jodoh. Kerjaan? Yaaa tau sendiri laaah. Haha.. Saya juga besar di pramuka sampai sekarangpun masih sayang,, cie cie ..

1472216135973

Saya mau sedikit bebagi kisah saya saat menadi wartawan. Suka duka banyak saya alami  jauh dari kata layak kalo orang lain bilang.

Tetapi banyak pelajaran yang saya dapatkan. Ohya, lupa. Sebenarnya sebelum terjun di dunia kewartawanan, saya sempat mengadu nasib di sebuah stasiun radio swasta di cilacap. Radio Kusuma FM, ngga ada yang tau ya?? Waah.. Gimana nih?

Bukan jualan apalagi siaran radio, melainkan menjadi tukang sapu ngepel disana. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada Direktur Utama Radio Kusuma FM Cilacap yang memperkenalkan sedikit ilmu tentang reporter radio, yang menjadikan saya “jatuh cinta” dengan dunia Jurnalistik.

Sempat istirahat dari dunia radio, bukan menjadi “putus cinta” antara saya dan dunia jurnalistik. Setelah hengkang dari radio, saya malah semakin “jatuh hati”. Menurut saya, pekerjaan wartawan adalah pekerjaan yang “guwe banget” kalo bahasa kerennya. banyak tantangan, banyak juga penderitaannya. tetapi, inilah yang membuat saya semakin semangat sodara-sodara.

Selain gaji yang pas (pas-pasan) tetapi bukan ini yang akan dibahas. Maaf, ralat. Bukanya ngga dibahas, tapi belum. Namun pengalaman sewaktu di dunia kewartawanan lah yang akan di buka sitik jos..

Banyak Kenalan

Yak.. Memang, sudah barang tentu wartawan itu banyak kenalan, dari orang biasa sampai orang luar biasa. Tujuannya tidak lain tidak bukan agar kita, wartawan. Bisa dengan mudah memperoleh informasi yang nantinya bisa menjadi bahan berita. Kalo menurut gue, haha maaf. Saya ding, kalo menurut saya, bisa dekat dengan orang besar dalam hal ini pejabat-pejabat adalah suatu kebanggaan tersendiri. Bukan hanya orang-orang “besar”. Wartawan juga harus dekat juga dengan orang “kecil” karena sebenarnya kita (wartawan) adalah orang kecil juga. Hal demikian bermagsud agar kita dapat menulis suara-suara atau keluhan rakyat kecil. Makannya, saya tertarik sekali kalo menulis tentang penderitaan orang kecil. Tersebab, saya berasa menulis penderitaan saya sendiri.

Gampang Dapetin Pacar Kalo jadi Wartawan

Mitos belaka, nyatanya saya sampe sekarang masih jomblo. Yang jelas wartawan adalah hobi, bukan tuntutan, wartawan adalah Independent tidak membela satu kelompok, kecuali kelompok wartawan atau jurnalis. Tidak dipungkiri masih banyak rekan wartawan yang menyerukan kebebasan PERS, menolak kekerasan terhadap jurnalis serta kesejahteraan para stringer, koresponden dan kontributor. Tidak heran jika sering kita jumpai teman wartawan sering menyerukan suara jurnalis yang masih “tertindas”.

Bangga Menjadi Warrawan

Diluar itu semua, saya bangga menjadi seorang jurnalis. Walaupun bukan di media besar sekaliber detik, kompas, dan teman-temannya. Saya bangga, setidaknya informasi kecil yang saya tulis dapat menjadi bacaan bagi masyarakat serta bermanfaat, Insyaallah.

Bukan bermagsud menyombongkan diri, tetapi selama menjadi wartawan, hidup saya seakan menjadi berarti. Tidak pintar menulis, tidak juga lihai merangkai kata menjadi berita. Namun bagiku menjadi wartawan adalah panggilan jiwa. Hehe..

Masih banyak kisah sedih di hari Minggu, maaf di dunia jurnalistik magsudnya. Dari masuk tempat wisata gratis saat liputan sampai di bentak petugas saat mereportase suatu kejadian. Itu semua menjadi warna bagi “sekrup dan baut” dunia pemberitaan Indonesia.

Sedikit saran bagi pembaca yang hobi menulis, pertahankan. Eksplore apapun yang sekiranya layak dan patut untuk di tulis. Jadikan berita ataupun informasi yang bertujuan membuka wawasan orang lain.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *