Selasa, Desember 12, 2017
Home > BERITA > Kisah Amin, Joki Kuda Alun – alun Sidareja

Kisah Amin, Joki Kuda Alun – alun Sidareja

Alun-alun Kecamatan Sidareja, Cilacap, Jawa Tengah, memang tak pernah sepi pengunjung. Diakhir pekan, tepatnya pada malam Minggu, alun-alun selalu ramai warga sekitar untuk sekedar melepas penat.

Apalagi, selain pedagang jajanan kuliner, terdapat pula wahana naik kuda yang akan memacu adrenalin pengunjung. Beberapa pemilik kuda tunggangan, memanfaatkan momen malam Minggu tersebut untuk menawarkan jasa menaiki kuda berkeliling alun-alun.

Salah satunya Amin Jito. Pemuda warga asli Sidareja ini, sengaja menjadi joki kuda di alun-alun Sidareja untuk mengisi waktu luang. Bersama kuda bernama putri miliknya, Amin selalu terlihat dilokasi alun-alun Sidareja dari sore hari untuk menjadi joki kuda tunggangan.

image
Amin(kanan) bersama temannya sesama joki kuda di Alun-alun Sidareja.(Rachman/radiokusuma.com)

Saat ditemui pada Sabtu (5/8) malam, Amin mengaku, selain mengisi waktu senggang pada malam Minggu, kegiatan menjadi joki itu juga untuk mencari tambahan uang saku. Meskipun masih tergolong muda, Amin tidak malu menjalani profesinya sebagai joki kuda.

“Selain untuk sewaan di alun-alun, saya juga sewakan untuk acara-acara khusus seperti acara hajatan khitanan. Lumayan, bisa bantu biaya sekolah” terang Amin.

Amin juga mengatakan, jika tidak musim hajatan, kuda peliharaannya digunakan untuk menarik delman. Tetapi, aktifitas mangkal di alun-alun untuk menawarkan jasa kuda tunggangan sekarang menjadi rutinitas pokok, selain disewa pada hajatan dan untuk menarik delman.

Dengan membayar uang sewa naik kuda sebesar 10 ribu rupiah, pengunjung sudah bisa merasakan sensasi berkuda mengelilingi alun-alun Sidareja didampingi joki yang sudah berpengalaman. Pada malam Minggu, kuda milik Amin bisa disewa lima sampai sepuluh pengunjung.

Pemuda yang masih tercatat sebagai siswa kelas XII (duabelas) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Sidareja mengatakan, penghasilannya setiap malam minggu berkisar 50 hingga 100 ribu rupiah, tergantung tingkat keramaian pengunjung.

Pendapatan tersebut memang masih kotor. Sebab, Amin dan beberapa rekan sesama joki, harus membayar uang kebersihan sebesar 5 ribu rupiah. “Kalo semalam khusus minggu bisa dapet lima puluh ribu sampai seratus ribu, uang pangkal seminggu lima ribu,” kata Amin.

Selain malam Minggu, Amin dan beberapa joki diketahui kerap mangkal di alun-alun Sidareja. Namun, kata Amin, pengunjung malam-malam biasa tidak seramai pada malam Minggu.

Reporter : Rachman Syarif

(Visited 148 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *