Kamis, Desember 14, 2017
Home > PESANTREN > Gubernur Ganjar Apresiasi Pesantren Rubat Mbalong Ell Firdaus Tambaksari

Gubernur Ganjar Apresiasi Pesantren Rubat Mbalong Ell Firdaus Tambaksari

Portalcilacap.com-Dalam lawatannya yang bertajuk “Ngopi Bareng Mas Ganjar”, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyempatkan berkunjung ke Pondok Pesantren Rubat Mbalong Tambaksari Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap, Jum’at 3 Februari 2017.

Ratusan Santriwan Santriwati menyambut riang gembira kedatangan orang nomor satu di Jawa Tengah itu. Sesaat setelah sampai dan berkeliling pondok sejenak, lalu dalam acara dialog bersama santri, Ganjar sangat mengapresiasi Pondok Pesantren yang satu ini, bukan tanpa alasan, Pondok Pesantren Rubat memang lain daripada yang lain. Konsep pembelajaran yang diberikan kepada Santri memang bukan hanya ilmu Akhirat saja. Namun, ilmu dunia juga tak luput untuk ikut diajarkan.

“Mimpi saya memang begitu, jadi santri mondok, itu tidak hanya ilmu agama. Jadi akhiratnya dapet, ngajinya insyaallah sudah bener, tapi, dunianya juga ngga hilang,” ucap Ganjar saat berdialog dengan santri Rubat Mbalong.

Menurut Ganjar, ilmu dunia seperti ketrampilan bertani dan beternak tidak serta merta dihilangkan, “ngga hilangnya adalah sebuah keterampilan yang diajarkan, dan bisa dioptimalkan,” jelas Ganjar.

Diketahui, Ponpes Rubat Mbalong memang mempunyai konsep pembelajaran yang patut ditiru. Selain mengaji dan ibadah yang diutamakan, pengurus pondok juga mengajarkan ilmu pertanian dan peternakan seperti budidaya sayuran organik, budidaya jamur tiram, beternak ikan lele, membuat pupuk organik dan beternak sapi serta memanfatkan kotorannya menjadi gas yang bisa digunakan untuk memasak.

Jika ketrampilan beternak dan bertani diajarkan kepada santri laki-laki, santriwati juga diajarkan memanfaatkan bedogol pisang, bedogol pisang yang bagi sebagian orang dianggap tidak bermanfaat, bagi santriwati Ponpes Rubat Mbalong diolah menjadi keripik yang beraneka rasa, selain bedogol pisang, jamur tiram juga bisa disulap menjadi kripik yang gurih oleh santriwati.

Humas Ponpes Rubat Mbalong, Nurkhamid saat ditanya tentang pemasaran produk santri mengatakan, sejauh ini produk mereka baru dipasarkan melalui koperasi pesantren, sekolah-sekolah dan para penduduk dilokasi dekat Ponpes.

“Pemasaran di koperasi pesantren, selain itu lewat sekolah-sekolah, jama’ah-jama’ah, ya sedikit banyak sudah membuktikan kualitas produk kami, baik dari produk pertanian seperti pupuk dan dari produk makanan seperti keripik,” jelasnya. (rachman)

(Visited 128 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *