Selasa, Desember 12, 2017
Home > Berita Cilacap > Dua Pemuda Ditangkap, Karena Kedapatan Menjual Obat Terlarang

Dua Pemuda Ditangkap, Karena Kedapatan Menjual Obat Terlarang

Portalcilacap.com-Nasib apes menimpa pemuda tanggung yakni WJ (16) dan HS (22). Pasalnya, kedua warga Desa Pahonjean Kecamatan Majenang ini ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Cilacap di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap pada Sabtu, 18 Maret 2017.

Usut punya usut, mereka ditangkap karena kedapatan memiliki dan memperjualbelikan obat-obatan daftar “G”. Obat-obatan daftar “G” diketahui termasuk dalam daftar obat keras atau obat berbahaya dan harus menggunakan resep dokter untuk memperolehnya.

Kedua pelaku ditangkap setelah adanya laporan dari masyarakat tentang adanya transaksi obat yang dilakukan oleh kedua pelaku. Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil menyita 200 butir jenis obat pereda rasa sakit serta uang tunai Rp 200.000.00,- (dua ratus ribu rupiah) yang diduga hasil penjual obat.

Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku menjual obat tersebut kepada orang dewasa dan bahkan ada yang dijual kepada para pelajar. Obat yang dijual belikan oleh kedua pelaku termasuk dalam jenis obat pereda rasa sakit yang biasanya dikonsumsi oleh pasien setelah operasi, dimana reaksi kimia obat tersebut dapat mempengaruhi sistem saraf yang pada akhirnya mengurangi rasa sakit.

“Oleh pelaku obat tersebut dikatakan sebagai obat penenang yang dapat menimbulkan sensasi atau halusinasi terhadap pemakainya,” kata Kasat Narkoba Polres Cilacap, Ajun Komisaris Polisi Sumanto, Rabu 22 Maret 2017.

Lebih lanjut, AKP. Sumanto menjelaskan, terdapat tanda lingkaran merah bergaris tepi hitam dengan tulisan huruf “K” didalam kemasan obat. Obat ini bisa membahayakan, meracuni tubuh bahkan bisa menyebabkan kematian jika dikonsumsi melebihi aturan atau tanpa resep dokter.

Kedua pelaku dijerat dengan pasal 196 junto pasal 98 ayat 2 dan 3 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan karena terbukti dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu diancam dengan hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000.00,- (satu miliar rupiah).(R)

(Visited 166 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *