Minggu, Juli 22, 2018
Home > BERITA > Dapat Bantuan Kursi Roda, Reza Tidak Perlu Merangkak Lagi di Sekolah

Dapat Bantuan Kursi Roda, Reza Tidak Perlu Merangkak Lagi di Sekolah

“Semoga lebih ringan bebanya bu guru (Umiyati), terutama beban mental ketika melihat anak didiknya mbrangkang (merangkak)”

Portalcilacap.com, Kedungreja – Angan Umiyati masih terbayang saat dirinya membopong Reza, muridnya yang kedua kakinya lumpuh. Umiyati adalah guru kelas dua di Sekolah Dasar Negeri 04 Kaliwungu, Kecamatan Kedungreja, Cilacap. Hampir setiap hari, selain berjibaku dengan rutinitas mengajar, ia juga dituntut memberikan perhatian lebih untuk Reza.

Bocah umur 8 tahun ini diketahui lumpuh sejak kecil. Putra pertama pasangan Supriyanto dan Saini, menderita lumpuh seusai sembuh dari sakit panas yang Reza derita waktu masih balita. Dengan keterbatasan yang dimiliki anaknya serta keterbatasan finansial keluarga, tidak lantas membuat Supriyanto dan Saini melupakan kewajiban menyekolahkan Reza.

image
Reza saat dipapah gurunya. @Rachman Syarif

“Pas lahir, dia normal. Tapi waktu mau mulai belajar berjalan, dia sakit panas cukup parah. Begitu sembuh, baru kelihatan kakinya bermasalah (lumpuh) dan sampai sekarang,” kata Supriyanto, saat mendampingi Reza.

Selain kedua orang tua yang merawat sejak kecil, nampaknya sosok Umiyati yang kelak akan selalu Reza ingat sampai akhir hayat. Bagaimana tidak, setiap keperluan Reza di lingkup sekolah selalu ditangani oleh gurunya yang cantik ini. Bahkan sampai masalah darurat sekalipun, seperti buang air kecil dan buang air besar.

“Dari kecil ngga bisa jalan. Kalau sekolah dianter sama orang ayahnya. Kalau disekolah pengin buang air besar atau air kecil. Ya digendong,” kata Umiyati.

Aktifitas tersebut sudah Umiyati jalani semenjak Reza naik kelas dua, kelas dimana semua murid menjadi tanggung jawabnya, termasuk Reza yang lumpuh.

Kehidupan Reza, memang tidak jauh dari kedua orang tua dan gurunya. Bukan tanpa alasan, karenanya dia lumpuh, segala keperluan tidak semua bisa Ia lakukan sendiri, harus ada campur tangan ketiga orang dekatnya itu.

Terima Bantuan Kursi Roda dari Pramuka Peduli

Senyum simpul dan hanya sedikit tawa menghiasi wajah Reza Aditya, saat mendapat bantuan kursi roda dari Pramuka Peduli Kwartir Ranting Kedungreja, Kabupaten Cilacap, Minggu (11/10/2018).

Bersama dengan Reza, 14 siswa kurang mampu dari berbagai sekolah se-Kedungreja juga mendapatkan bantuan satu paket keperluan sekolah terdiri dari tas, sepatu, buku dan pensil.

Reza yang datang ditemani sang ayah, dan tentu guru kinasihnya itu, nampak masih bingung saat menerima bantuan tambahan, yakni kursi roda. Nampak malu-malu, Reza enggan menjawab saat ditanya Ketua Kwartir Ranting Pramuka.

Kwartir Ranting Pramuka Kedungreja memang terdapat unit Pramuka Peduli. Menurut pimpinan tertinggi Pramuka Kedungreja, Ahmad Faisol, kegiatan bakti sosial tersebut memang sudah diprogramkan. Apalagi, pramuka menurutnya tidak melulu berkemah dan berpetualang saja. Selain menjadi wadah mendidik karakter, pramuka juga diharapkan memiliki manfaat yang bisa dirasakan sesama, apalagi bagi mereka yang memiliki keterbatasan seperti Reza.

image
Reza ditemani ayahnya berfoto bersama dengan ketua pramuka Kedungreja Ahmad Faisol. @Rachman Syarif

“Ini adalah salah satu bentuk bakti kami kepada sesama. Harapan kami adalah pramuka semakin bisa dirasakan manfaatnya oleh semua lapisan masyarakat, tidak hanya oleh para anggota saja namun oleh bukan anggota pun harus bisa merasakan manfaat dari pramuka,” kata Faisol, disela-sela kegiatan santunan.

Disinggung terkait dana, kak Fais begitu beliau biasa disapa mengatakan, sebagian besar dana dihimpun secara sukarela dari anggota pramuka khususnya di Kedungreja. Selain itu, sebagian dana juga diterima dari donatur bahkan alumni anggota pramuka yang lagi-lagi secara sukarela untuk menyisihkan sebagian rizkinya.

Sementara itu, Suyoto rekan Umiyati sesama guru yang ikut mendampingi Reza, sangat terharu dengan kegiatan santunan tersebut. Ia memastikan, beban kedua orang tua Reza dan Umiyati gurunya akan sedikit lebih ringan.

“Semoga lebih ringan bebanya bu guru (Umiyati), terutama beban mental ketika melihat anak didiknya mbrangkang (merangkak),” kata Yoto.

Lebih lanjut, Yoto juga mengharapkan, kegiatan semacam ini bukan yang pertama dan terakhir.

“Semoga kedepan dengan ada kursi roda, beliau lebih diringankan. Harapan saya, acara ini bukan acara yang pertama dan terakhir. Selanjutnya, apa yang diberikan oleh Pramuka Peduli kedepannya akan lebih berarti lagi,” pungkas Yoko.

Simak Videonya :

“>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *