Minggu, Juli 22, 2018
Home > BERITA > Buset! Oknum Kades di Cilacap Gelapkan Dana Desa dengan Uang Palsu

Buset! Oknum Kades di Cilacap Gelapkan Dana Desa dengan Uang Palsu

Mus (39), salah seorang oknum Kepala Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap ditangkap anggota Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Cilacap. Mus diduga menggunakan uang palsu guna mengganti dana desa yang ia korupsi dan untuk membayar honor perangkat desa

Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto mengatakan, kasus terungkap berkat laporan masyarakat. Mereka menyebutkan uang yang diterima dari Mus (39) tidak bisa dibelanjakan karena diduga palsu. Berkat laporan tersebut, Djoko segera melakukan penyelidikan dan menangkap Mus.

Selain Mus, dua pengedar uang palsu lainnya juga ditangkap anggota Satreskrim Polres Cilacap, yakni DI (39) warga Desa Sepatnunggal, Kecamatan Majenang dan Dar (45), warga Desa Padangsari, Kecamatan Majenang.

“Kami mengamankan tiga pelaku pengedar uang palsu di wilayah Kabupaten Cilacap, salah seorang di antaranya seorang kepala desa,” kata Kepala Polres Cilacap, AKBP Djoko Julianto, Jumat (26/1).

Mus mengaku mendapatkan uang palsu tersebut dari seorang pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat, saat bertemu di Wangon, Kabupaten Banyumas.

“Saya menukarkannya dengan perbandingan satu lembar uang asli mendapatkan dua lembar uang palsu. Saya menukar uang palsu sebanyak 50 lembar pecahan Rp100 ribu,” kata Mus saat ditanya wartawan.

Sementara itu, terkait dana desa yang dikorupsi, Kapolres mengatakan, uang tersebut merupakan penyaluran dana desa tahap kedua tahun 2017 sebesar Rp 500 juta

Mus dijerat dengan Pasal 36 ayat 2 dan 3 juncto Pasal 26 ayat 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang dan/atau Pasal 245 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pemalsuan uang, dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.

Terkait korupsi dana desa, Mus bakal dijerat Pasal 2 atau Pasal 3 dan Pasal 8 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *