Kamis, Desember 14, 2017
Home > UMKM > Bumbu Pecel Asli Cilacap, Peluang Baru Usaha Rumahan

Bumbu Pecel Asli Cilacap, Peluang Baru Usaha Rumahan

Portalcilacap.com – Pecel, bagi masyarakat Jawa khususnya Jawa Tengah, pasti tidak asing dengan nama panganan yang satu ini. Makanan yang terdiri dari sayur – sayuran seperti bayam, kangkung, daun pepaya dan daun singkong yang di kukus ini, identik dengan rasa pedas serta gurih. Cita rasa yang khas, tidak lepas dari peran bumbu atau sambal pecel.

Kali ini, tim portalcilacap.com berkesempatan berkunjung ke rumah salah satu pengusaha bumbu pecel, Apriyanto namanya. Menurut informasi, sambal pecel hasil produksinya, sangat gurih dan lezat, rasa penasaran pun semakin menjadi. Dengan penasaran, kami pergi mencari alamat rumah Apri, sembari berharap, bisa membawa pulang bumbu pecel dengan gratis.

Saat kami (tim) sampai di kediaman Apriyanto di Desa Kedungreja RT. 1 RW. 8 Kecamatan Kedungreja, kebetulan saat itu dia sedang memproduksi sambal pecel kebanggaannya itu. Diruangan tengah rumahnya, dengan cahaya lampu redup, dia berdua dengan ibunya terlihat sedang membungkus satu persatu bumbu pecel yang ia namai “Sambal Pecel Java”, kami sempat bergumam lirih.

“romantis sekali dia”.

Selain romantis, terlihat juga masih sangat sederhana, hanya ada lumpang (wadah atau alat untuk menumbuk, red), alat pres plastik, serta secarik kertas, yang dipergunakan untuk promosi dengan cara di tempel di bungkus plastik.

portalcilacap-com_bumbu-pecel1

Setelah ngobrol ngalor – ngidul, sembari ngopi. Diketahui, ternyata semenjak dahulu, ibunya memang sudah berjualan pecel di pasar mingguan Kedungreja. Namun, hanya sebatas di hari – hari pasar saja, yakni setiap rabu dan minggu. Setelah bertahun – tahun berjualan pecel. Ternyata, tangan dingin ibu tidak diragukan lagi dalam mengolah bumbu pecel. Tak sedikit yang ‘ketagihan’ dengan bumbu pecel buatan ibu yang diketahui bernama Nasiah itu, termasuk kami yang berkesempatan mencicipi sambal pecelnya, pedes dan gurih bercampur menjadi citarasa lezat.

Menciptakan Peluang

Dengan latar belakang itulah, Apriyanto muda kelahiran 28 September 1997, ber inisiatif mengembangkan usaha ibunya, dengan cara memproduksi sambal pecel partai besar. Apriyanto, pelajar yang baru saja lulus tahun ini mengaku, kalau usahanya memang terbilang baru. Namun, dengan tekad yang besar, ia menyisihkan semua tabungannya untuk langkah awal memulai usaha, seperti membeli bahan baku kacang tanah, cabai dan bumbu – bumbu yang diperlukan, selain itu dia juga membeli alat pres plastik, untuk mengemas produk sambal Java nya agar lebih menarik.

“Sebenernya, ada niatan dari dulu (mengembangkan). Namun, terkendala biaya produksi serta alat, jadi baru bisa start saat – saat ini.” Katanya sembari tangannya bekerja membungkus sambal pecel kedalam plastik.

Saat ditanya kualitas sambalnya, ibu Nasiah atau kerap disapa ibu Mih mengatakan, sambal pecel buatannya mampu bertahan dua minggu di suhu normal, bahkan menurutnya, bisa lebih lama lagi.

“Bisa tahan dua minggu lebih, tapi seringnya, seminggu saja sudah nda tahan, alias habis, hehe..” Jawabnya sembari menebar tawa. Tim juga ikut tertawa.

Bumbu pecel yang terbuat dari bahan kacang tanah yang diulek atau ditumbuk dengan bahan bumbu lainnya memang dikenal awet, sampai berminggu – minggu, jika di simpan dalam lemari pendingin maka dapat bertahan selama berbulan – bulan. Selain untuk membumbui ‘kluban’ atau sayuran yang dikukus, sambal pecel juga bisa dijadikan lauk makan, apalagi kalau dirumah tidak ada lauk disebabkan ibu tidak masak karena ngambek.

Disinggung tentang promosi atau pemasaran, Apriyanto sementara ini baru memasarkan dengan metode teman ke teman, dia yang hobi dalam kegiatan kepramukaan itu mengaku semua kenalannya di Pramuka ia hubungi. Dengan memanfaatkan jejaring sosial facebook, dia berbasa – basi sedikit lalu sampailah di inti permasalahan, yaitu menawarkan Sambal Java produksinya, dengan harga relatif murah, hanya 2.500 per bungkus ukuran sedang dia menjual ke teman – temannya. Dia juga mengatakan, dengan tidak merasa malu, sebagian ada yang ia titipkan ke warung kelontong. Serta tidak menutup kemungkinan jika sudah lancar, dia akan melebarkan sayap untuk ‘terbang’.

“Sementara ya begini dulu, menawarkan lewat facebook sembari ngider ke warung – warung.” Pungkasnya.

Terlepas dari itu semua, kegigihan Apriyanto patut diacungi jempol. Meski tergolong masih muda, semangatnya dalam merintis usaha “Sambal Java” begitu besar. Jiwa yang seperti Apriyanto lah yang seharusnya ada pada muda – mudi masa kini. Jangan menjadi bingung karena mencari peluang usaha, tetapi ciptakanlah peluang usaha.(rs)

(Visited 165 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *