Kamis, Desember 14, 2017
Home > OASE > Brigadir Miftahudin, S.Pd.I,S.H. Putra Cilacap Menjaga Perdamaian di Benua Afrika

Brigadir Miftahudin, S.Pd.I,S.H. Putra Cilacap Menjaga Perdamaian di Benua Afrika

Brigadir Miftahudin,S.Pd.I,S.H, salah satu putra terbaik Cilacap mendapat kepercayaan bertugas sebagai Arabic Liaison Officer of Indonesian Formed Police Unit/FPU pada misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB di Darfur Sudan (African Union-United Nations Hybrid Operation In Darfur/UNAMID). Putra kelahiran Kedungreja dari pasangan K.H. Saefullah dan Hj. Siti Rofingah ini merupakan alumnus dari Pondok Pesantren Pembangunan Miftahul Huda Majenang dan Pondok Pesantren Al Luqmaniyyah Yogyakarta, disamping itu, ia juga mengenyam pendidikan tinggi di Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam Negeri Yogyakarta angkatan 2003. Berprofesi sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan latar belakang sarjana pendidikan dan mempunyai kompetensi bahasa asing (bahasa Arab), ia ditugaskan sebagai Pendidik Bahasa Arab di Sekolah Bahasa Polri Jakarta. Namun demikian sebelum ditugaskan sebagai Pendidik, terlebih dahulu bertugas pada fungsi pembinaan sumber daya manusia di Polres Cilacap Polda Jawa Tengah.

cilacapscout-com_brigadir-mif

Sebagai seorang Liaison officer ia bertugas sebagai penghubung antara Satuan tugas Formed Police Unit/FPUdengan UN (United Nations) , otoritas setempat (pemerintah, keamanan dan militer), KBRI dan satuan lainnya di dalam misi  UN (United Nations), serta masyarakat lokal.

Kehadiran seorang Liaison officer sangat penting dalam sebuah misi perdamaian dunia dalam halupayanya menjadikan keberadaan pasukan perdamaian sangat terasa manfaatnya dan kehadirannya menjadi sebuah solusi bagi konflik yang ada. Merangkul tokoh agama dan masyarakat dan melibatkan mereka dalam kegiatan sosial seperti santunan ke yayasan pendidikan dan distribusi infak/sodaqoh, hewan aqiqah atau qurban. Melibatkan tokoh setempat dalam setiap kegiatan sosial mempunyai tujuan bahwa kehadiran pasukan perdamaian memang membuka tangan untuk bersama sama membantu dan memecahkan masalah sosial ekonomi akibat dari konflik.

Liaison officer juga harus mampu mendekat kan hubungan antara pasukan perdamaian dengan otoritas setempat yang meliputi pemerintah daerah, militer dan kepolisian, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya gesekan bersenjata diantara keduanya. Kunjungan ke pemimpin daerah, militer,  kepolisian dan intelejen dilaksanakan oleh unsure pimpinan,  sedangkan bagi unsure pelaksana dengan cara sambang patrol ke pos-pos militer atau keamanan. Disamping itu, untuk menjaga netralitas dan menghindari kesan keberpihakan pasukan perdamaian kepada pemerintah, Liaison officer juga harus mampu menjadi penghubung dengan berbagai macam kelompok bersenjata yang sedang berkonflik, dengan menjalin komunikasi dan silaturrahmi baik pad asaat di lapangan maupun langsung berkunjung ke kediamannya, hal ini dilakukan juga untuk menghindari gesekan bersenjata diantara keduanya dan dalam upaya memberikan rasa aman bagi penduduk. (Team)

(Visited 76 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *