Jumat, April 27, 2018
Home > INFO > Belajar Stand Up Comedy

Belajar Stand Up Comedy

Akhir akhir ini, Standup Comedy begitu popular di jagad hiburan Indonesia. Standup Comedy adalah Sebuah genre di dalam komedi, biasanya satu orang di atas panggung melakukan monolog yang lucu dan memberikan pengamatan, pendapat, atau pengalaman pribadinya. Mengutarakan keresahan, mengangkat kenyataan, memotret kehidupan sosial masyarakat, dan menyuguhkannya kembali kepada masyarakat dengan jenaka.

Standup comey berbeda dengan Joke Telling. Ciri khusus stand-up comedy adalah materinya tidak nyomot, tapi hasil dari pemikirannya sendiri. Sedangkan joke telling adalah melucu sambil melemparkan anekdot, tebak-tebakan, lelucon yang ia kumpulkan dari berbagai sumber, misalnya dari internet, buku, broadcast message, dan lain-lain.

Di Indonesia sendiri,jenis komedi ini sebenarnya sudah ada sejak dahulu. Nama-nama seperti Taufik Savalas, Butet Kertaradjasa, dan Ramon P. Tommybend. Dan dari perkembangan terakhir muncul nama baru seperti Raditya Dika,Sammy Notaslimboy,Panji Pragiwaksono,dan masih banyak nama nama yang tidak mungkin saya sebutkan disini.

Belajar Standup Comedy sebenarnya bukan lah hal yang sulit jika kita betul betul serius dalam mempelajari teknik tekniknya. Saya sendiri sedang belajar jenis komedi yang membutuhkan kejelian kita dalam menangkap fenomena fenomena yang terjadi untuk kemudian di susun menjadi sebuah materi ini .Di dalam materi standup comedy itu sendiri ada yang di sebut dengan joke atau lelucon. Apa itu joke ? joke itu terdiri dari 2 bagian,yaitu set-up dan punchline. satuan materi yang terdiri dari set-up dan punchline disebut dengan bit.

Set-up adalah bagian yang tidak lucu dari sebuah bit, biasanya premis atau pengantar dari bit tersebut ke bagian yang lucu.

Punchline adalah bagian yang lucu cari sebuah bit. Biasanya membalikan premis atau memberikan sesuatu yang mengejutkan sebagai penutup dari set-up atau premis tadi. Karena efek mengejutkannya itu maka disebut PUNCH-line. Kalimatnya harus “nonjok”.

Sebagai contoh sederhana nya

Bit : Saya itu paling suka sama cewek yang jago masak. Menurut saya cewek yang jago masak itu seksi. Seksi konsumsi.

Set-up disini adalah Saya itu paling suka sama cewek yang jago masak. Menurut saya cewek yang jago masak itu seksi. Saya mengarahkan penonton untuk mengharapkan sesuatu yang seksi dari cewek yang jago masak. Dan di akhir bit saya menggunakan kata seksi konsumsi. Penonton yang tidak siap dengan perubahan tersebut merasa tergelitik dan akhirnya timbulah tawa.

Dan di standup comedy itu ada beberapa teknik teknik yang harus di kuasai oleh comic atau standup comedian. Berikut ini beberapa di antaranya

One Liner

Bit singkat yang hanya terdiri dari satu sampai tiga kalimat. One liner merupakan teknik paling simpel di dalam stand up comedy, tetapi selain simpel ini juga memerlukan pemikiran yang lebih keras daripada teknik lainnya

Contoh one liner :

Set up: Selamat malam, gimana penampilan saya hari ini?

Punch line: Udah kayak Bunda Dorce belum?

Rule Of Three

Sedangkan rule of three adalah teknik penggunaan tiga kalimat, dua kalimat awal digunakan sebagai set up, satu kalimat terakhir digunakan sebagai punch line.

Contoh rule of three:

Set up 1: Ngajarin Messi untuk main bola itu kayak ngajarin ahmad dani bikin lagu.

Set up 2: Ngajarin Deddy cara main sulap.

Punch line: Atau ngajarin Syahrini cara bedakan.

Act Out

Menggunakan gerakan sebagai pengganti kalimat. Biasanya act out memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi jika digunakan sebagai punch line.

Contoh act out:

Set up: Ada cowok keren cuy, pake handphone touch screen.

Punch line: Tapi pake ludah. *sambil memainkan screen hp dengan jari yang telah dibasahi ludah, seperti ketika menghitung uang.

Call Back

Menurut saya teknik ini adalah yang paling sulit untuk dilakukan. call back itu adalah teknik yang menggunakan punch line pada bit-bit sebelumnya sebagai punch line pada bit sekarang. Sehingga contoh susunan penampilan stand up berbentuk seperti berikut:

Set up 1 – punch line 1, set up 2 – punch line 2, set up 3 – punch line 1.

Contoh call back yang digunakan oleh Ernest Prakasa salah seorang comic terkenal:

Bit 1:

Sekarang era digital, dan menurut gue bohong lewat BBM atau SMS itu lebih gampang daripada bohong face to face. Salah satu kebohongan paling sering dilakukan orang bahkan cuma 3 huruf: “OTW”. Temen lo udah BBM lo dengan panik: “PING!!! Bro, dimana lo, gue udah sampe nih!”, trus lo bales: “OTW bro!”. Padahal baru bangun tidur, masi kriyep-kriyep sambil garuk-garuk biji.

Bit 2:

Kalo Tuhan punya twitter, ada yang minta folbek ga ya? Kalo iya, mungkin Tuhan akan jawab: “OK, tapi kita kopdar dulu ya”. Trus Tuhan twit ke @Malaikat_Pencabut_Nyawa: “Bro tolong dijemput bro”. Trus malaikatnya bales: “OTW bro!”.

 ketika kita sukses membuat penonton tertawa sepanjang set kita itu di sebut dengan nge Kill

dan ketika kita gagal bikin penonton tertawa alias garing itu di sebut dengan nge Bomb

Itulah beberapa teknik teknik dalam standup comedy yang saya ketahui. Sebenarnya masih banyak lagi teknik teknik yang lainnya. Ketika kita ingin menyusun sebuah materi usahakan menggunakan hasil pemikiran sendiri dan jangan menggunakan materi orang lain. Dan yang terpenting dalam menyusun sebuah materi untuk standup adalah hindari materi yang mengandung SARA. Karena bisa saja materi yang mengandung SARA menimbulkan masalah bagi di kemudian hari. Semoga Standup Comedy di Indonesia semakin berkembang dan mampu mendidik masyarakat untuk berpikir kritis demi kemajuan bangsa.

sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *