Selasa, Desember 12, 2017
Home > Info Pertanian > Awalnya Mendapat Cibiran, Ini Yang Dilakukan Taufiq dengan Hidroponiknya

Awalnya Mendapat Cibiran, Ini Yang Dilakukan Taufiq dengan Hidroponiknya

Portalcilacap.com – Pemburu kuliner tempe mendoan harus sedikit mengernyitkan dahinya dikarenakan harga cabai rawit yang sedang melambung. akibatnya, jatah cabai untuk penikmat mendoan sedikit dikurangi. Berbagai pemberitaan mengabarkan, faktor kenaikan harga komoditi cabai dikarenakan terkendala musim sehingga pasokan cabai dipasaran berkurang.

Musim yang semakin tidak karuan, mengharuskan petani cabai pasrah jika hasil panen tidak maksimal atau bahkan gagal, pohon cabai memang kurang cocok jika ditanam pada musim penghujan.

Musim penghujan memang seolah menjadi antisipasi petani cabai untuk sejenak istirahat dari kegiatan berkebun cabai, namun sebenarnya ada cara untuk tetap berkebun cabai walaupun cuaca kurang mendukung. Hidroponik, bukan konsep baru, namun masih jarang digunakan untuk kegiatan berkebun salah satunya berkebun cabai. Lupakan sejenak masalah harga cabai yang makin pedas.

Hidroponik, sebagian sudah akrab dengan sistem tanam dengan hidroponik. Sudah bukan hal baru jika kita berbicara tentang sistem tanam hidroponik, Sedikit membahas tentang hidroponik, hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Selain menanam bukan di media tanah, hidroponik dipercaya lebih efisien penggunaan airnya, dan cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.

Adalah Taufiqurrahman, warga RT 01 RW 01 Desa Mulyadadi, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap. Ia salah satu pelaku tani hidroponik yang sudah sejak 2015 silam berkecimpung di dunia pertanian yang menggunakan sistem tersebut. Pada Rabu (11/1) kemarin, Taufiq menceritakaan awal mula dia tertarik dengan hidroponik. Perlu diketahui, Taufiq pertama-tama hanya suka menanam tanaman hias saja. Namun, pria yang juga karyawan sebuah Bank BMT di Cipari itu juga tertarik untuk menanam tanaman konsumsi dengan sistem hidroponik.

Tanaman  Metode Hidroponik

Ada kejadian menarik sebelum Taufiq memutuskan menanam tanaman konsumsi, suatu ketika saat sedang berkeliling ke rumah nasabahnya, ia bercerita tentang tanaman hiasnya, bukannya dipuji, malahan Taufiq dicibir nasabahnya sendiri mengenai hobinya menanam tanaman hias. “Nanem ko bunga, nanem tuh yang bisa dimakan” ucap Taufiq menirukan nasabahnya.

Setelah itu, dia sering berbagi cerita dengan temannya, lalu berkat itu Taufiq memutuskan untuk menanam tanaman konsumsi, “suatu hari saya cerita kepada teman akhirnya dia memberikan masukan kalau bisa nanam yang di bisa dimakan, dan akhirnya saya berfikir untuk menanam sayuran, buah-buahan dan sejenisnya,” katanya.

Dari situ, Taufiq mulai mencari referensi tentang cara menanam buah dan sayur dengan sistem hidroponik. Dia fokus mempelajari artikel tentang hidroponik, dia memanfaatkan internet sebagai sumber informasi kala itu, Taufiq memang boleh dibilang otodidak dalam hal hidroponik sebelumnya.

Bukan tanpa hambatan, dari 2015 hingga sekarang dia sudah beberapa kali mengalami kegagalan, misalnya tanamannya tidak tumbuh bagus, atau dalam penyemaian bibit ia tidak berhasil. Namun, dia menegaskan jika gagal praktik, dia berhenti sejenak sambil terus mencari solusi dengan cara searching di internet. Lalu, kemudian Taufiq mempraktekannya kembali, dia juga mengaku mengikuti kursus online Hydroponik via whatsapp.

 

Modal Awal Lebih Mahal

Berkebun dengan sistem hidroponik diakui Taufiq memang praktis, namun, dia mengaku kalau modal awal yang harus dikeluarkan memang sedikit dirasa mahal dibandingkan dengan berkebun di tanah. Tetapi, dia menegaskan, modal besar hanya untuk diawal saja, “tapi ya itu, kalau hidroponik kendalanya adalah modal awal lebih mahal, tapi untuk kesananya akan lebih mudah”.

Taufiq dan Kebun Hidroponiknya

Saat disinggung mengenai harga cabai yang sedang melambung, dia menjawab, “wah, aku bukan penjualnya,” jawabnya singkat.

Tetapi, saat ditanya apakah tanaman cabai bisa dibudidaya menggunakan sistem hidroponik, dia dengan singkat pula menjawab, “bisa sekali”.

Sebab harga cabai melambung tinggi, salah satu faktor adalah mengenai cuaca, Taufiq menjelaskan, menanam cabai yang rentan terhadap cuaca itu bisa dikendalikan jika menggunakan sistem hidroponik. Dia mengatakan sistem hidroponik memiliki beberapa kelebihan, antara lain ;

  1. Penggunaan lahan lebih efisien
  2. Tanaman berproduksi tanpa menggunakan tanah
  3. Kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan lebih bersih
  4. Penggunaan pupuk dan air lebih efisien
  5. Pengendalian hama dan penyakit lebih mudah
  6. Tak kenal musim karena bisa green house.

Itulah yang menjadi alasan kenapa pohon cabai bisa dibudidaya disegala musim dengan sistem hidroponik. Dengan menggunakan green house, seolah – olah bisa “mengendalikan” musim untuk bisa diseuaikan dengan tanaman cabai. Konsep green house bisa sedikit mengendalikan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan bagi tanaman, salah satunya suhu udara yang terlalu rendah, curah hujan yang terlalu tinggi, dan tiupan angin yang terlalu kencang.

Kebun hidroponik milik Taufiq saat ini baru berukuran 4 x 8 m², bukan tidak mungkin untuk kedepannya akan diperluas. Selain itu, dia mengaku baru beberapa sayuran saja yang ia tanam, seperti kangkung pakcoy, beberapa pot seledri, cabai dan tomat. Dia mengaku, hasil dari kebun hidroponiknya sementara masih untuk konsumsi pribadi.

“Hasilnya masih untuk konsumsi pribadi, tapi kalau ada orang lewat terus ingin beli sayuran, ya dijual. Hitung-hitung buat beli nutrisi,” katanya.

Tanaman cabai dengan metode hidroponik

Sementata ini, kegiatan berkebunnya dibatasi waktu hanya pada akhir pekan saja, mengingat dia masih masih bekerja pada sebuah Bank BMT di Cipari, diluar pada akhir pekan, istrinya lah yang setia merawat kebun hidroponiknya. Ia juga bercita – cita ingin membuat kelompok tani ibu-ibu sekitar rumahnya.

Dia juga membuka kesempatan, jika ada yang ingin belajar berkebun dengan sistem hidroponik, ia mengatakan siap mengajarkan bagaimana seluk beluk hidroponik kepada siapa saja yang ingin belajar.

“Semampunya.” Lanjutnya lagi-lagi dengan singkat.

Sebuah contoh usaha yg kreatif, produktif dan positif. Hidroponik sedikit banyak menarik minat pelaku tani yang minim lahan tanah. Dengan memanfaatkan botol, paralon, toples dan lainnya untuk media tanam itu sedikit lebih murah jika dibandingkan untuk membeli sebidang tanah yang luas.

Tertarik berkebun cabai dengan hidroponik?.(rs)

(Visited 171 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *